| Renungan dari bacaan 2 Samuel 6:12b-15.17-19; Markus 3:31-35. “Ketika Tabut TUHANN masuk kota Daud, Mikhal putri Saul, melongok dari jendela dan melihat Raja Daud melompat-lompat dan menari-nari di hadapan TUHAN. Sebab itu, ia menghina Daud dalam hatinya” (2Sam. 6:16). |
Dalam kehidupan iman, Allah sering dipahami terutama sebagai Allah yang murah hati, penuh kasih, dan selalu mengampuni. Gambaran ini benar dan menguatkan, namun Alkitab juga memperkenalkan Allah dari sisi lain yang tidak kalah penting: Allah yang menghanguskan. Ia adalah Allah yang kudus, yang kehadiran-Nya bukan hanya menghibur, tetapi juga menyucikan, menegur, mengoreksi dan menuntut sikap hidup yang benar. Tanpa memahami sisi ini, relasi manusia dengan Allah mudah jatuh pada sikap yang dangkal dan sembarangan.
Bacaan dari 2 Samuel 6:12b–15, 17–19 mengisahkan Daud yang membawa tabut TUHAN ke Yerusalem dengan penuh sukacita. Tabut itu melambangkan hadirat Allah yang kudus. Daud menari dengan segenap kekuatannya di hadapan TUHAN, bukan sebagai hiburan atau pertunjukan, melainkan sebagai bentuk penyerahan diri total. Ia menanggalkan keagungan raja atas bangsa Israel dan merendahkan diri di hadapan Allah. Sikap ini menunjukkan kesadaran bahwa Allah bukan sekadar Sahabat yang dekat, tetapi Pribadi yang kehadiran-Nya dapat “menghanguskan” kesombongan, status, dan keegoan manusia.
Allah yang menghanguskan bukan berarti Allah yang kejam, bengis melainkan Allah yang memurnikan. Seperti api yang membakar semua kotoran, hadirat Allah menghabiskan segala sikap yang tidak berkenan kepada-Nya. Daud memahami bahwa mendekat kepada Allah berarti siap diubah, siap kehilangan gengsi, dan siap hidup dalam ketaatan. Sukacita Daud lahir dari keberanian untuk membiarkan dirinya “terbakar” oleh hadirat Allah.
Dalam Injil Markus 3:31–35, Yesus menyingkapkan kebenaran yang sama dengan cara yang berbeda. Ketika keluarga-Nya datang mencari Dia, Yesus menyatakan bahwa yang menjadi keluarga-Nya bukanlah mereka yang memiliki hubungan darah, melainkan mereka yang melakukan kehendak Allah. Perkataan ini mengguncang cara berpikir banyak orang. Relasi dengan Allah tidak didasarkan pada kedekatan emosional, ikatan darah atau status tertentu, tetapi pada ketaatan penuh. Allah yang menghanguskan memutus segala bentuk klaim manusia yang merasa “berhak” atas Allah tanpa mau tunduk pada kehendak-Nya.
Yesus mengajak pendengar-Nya untuk membiarkan Allah membakar konsep-konsep lama tentang iman yang hanya berpusat pada kenyamanan belaka. Mengikuti Allah berarti siap kehilangan rasa aman yang semu dan mengizinkan kehendak Allah menjadi pusat di dalam kehidupan. Api Allah membakar ego, kepentingan diri, dan relasi yang tidak lagi sejalan dengan kehendak-Nya.
Melihat Allah sebagai Allah yang menghanguskan menolong kita untuk memahami bahwa kasih Allah bukanlah kasih yang memanjakan. Kasih-Nya adalah kasih yang membentuk, menguduskan, dan menuntun manusia kepada kehidupan yang benar. Api Allah tidak dimaksudkan untuk membinasakan, melainkan untuk memurnikan agar manusia sungguh hidup sebagai umat-Nya. Dengan memahami Allah secara utuh, kita diajak untuk datang kepada-Nya dengan hormat, kesiapan untuk diubah, dan kerinduan untuk hidup seturut kehendak-Nya. Amin





3 Responses
Decided to play at b369win randomly one time. They have some games I like and I still play there on occasion. Check their domain here: b369win
g9777casino? Been eyeing this one for a while. The graphics look top-notch. Probably going to deposit this weekend Fingers crossed I win big g9777casino
Alright lads, so I’m looking for the latest 1xbet apk download. This website claims to have it. Anyone used 1xbetapkdownload before? Is it safe to download from there? Don’t want to end up with any dodgy software. Let me know! Download it yourself: 1xbetapkdownload