PIKIRAN KRISTUS ( 1 September 2026 )

Renungan hari ini dari bacaan Korintus 2:10b–16; Lukas 4:21–37

Pernahkah kita mengalami sesuatu yang sebenarnya baik, tetapi pada awalnya kita tidak dapat melihat bahwa itu adalah kebaikan Tuhan?
Kadang kala Tuhan menjawab doa dengan cara yang tidak kita harapkan. Kita meminta Tuhan mengubah keadaan, tetapi ternyata Tuhan terlebih dahulu mengubah hati dan pikiran kita. Di sinilah kita belajar bahwa cara berpikir sangat menentukan cara kita melihat karya Allah.
Paulus berkata dalam 1 Korintus 2:16, “Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.” Pertanyaannya: apa artinya memiliki pikiran Kristus?
Memiliki pikiran Kristus bukan berarti kita menjadi tahu segala sesuatu. Memiliki pikiran Kristus berarti belajar melihat kehidupan, diri sendiri, dan setiap keadaan dari sudut pandang Tuhan. Dengan memiliki pikiran Kristus, kita ditolong untuk memahami karunia Allah.
Dalam 1 Korintus 2, Paulus mengatakan bahwa apa yang Allah karuniakan tidak dapat dipahami hanya dengan pikiran manusia. Ada perkara-perkara Allah yang tidak mungkin dimengerti hanya melalui logika, pengalaman, atau kemampuan kita sendiri. Karena itu, Allah memberikan Roh Kudus untuk menolong kita memahami apa yang berasal dari Allah.
Pikiran Kristus juga membuat kita mampu melihat karya Allah lebih dalam.
Dalam Lukas 4, Yesus datang ke Nazaret dan menyatakan bahwa firman Tuhan telah digenapi. Kemudian Yesus menunjukkan kuasa-Nya dengan mengajar dan membebaskan seseorang dari roh jahat. Orang-orang yang melihatnya menjadi takjub dan berkata, “Alangkah hebatnya perkataan ini!”
Mereka melihat sesuatu yang luar biasa, tetapi tidak semuanya mampu memahami siapa Yesus sebenarnya. Orang dapat melihat mukjizat, tetapi belum tentu memahami makna karya Allah. Orang dapat menerima berkat, tetapi belum tentu mengerti maksud Tuhan memberikan berkat tersebut.
Karena itu, kita membutuhkan pikiran Kristus. Pikiran Kristus menolong kita melihat lebih dalam daripada sekadar apa yang tampak di depan mata. Kita belajar bertanya: “Tuhan, apa yang sedang Engkau ingin ajarkan kepadaku melalui peristiwa yang terjadi?”
Salah satu tanda bahwa seseorang memiliki pikiran Kristus adalah ia tidak memaksakan kehendaknya sendiri kepada Tuhan. Tentu kita boleh membawa keinginan, harapan, dan doa kita kepada Tuhan. Tetapi, pada akhirnya kita belajar berkata, “Bukan kehendakku, tetapi kehendak-Mu yang terjadi.”
Pikiran Kristus membuat kita mampu menerima apa yang Tuhan karuniakan, baik berkat maupun proses, baik jawaban doa maupun masa penantian. Kita percaya bahwa Tuhan tidak pernah salah dalam memberikan yang terbaik bagi anak-anak-Nya.
Tuhan mengingatkan kita bahwa masalah terbesar terkadang bukan keadaan yang kita hadapi, melainkan cara kita melihat keadaan tersebut. Keadaan yang sama dapat dilihat secara berbeda oleh orang yang berbeda.
Karena itu, marilah kita memohon kepada Tuhan agar bukan hanya keadaan kita yang diubah, tetapi juga cara berpikir kita. Semoga hati dan pikiran kita semakin dibentuk oleh Roh Kudus sehingga kita mampu melihat segala sesuatu dengan pikiran Kristus.
Amin.

Penulis


Editor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *