| Renungan hari ini dari bacaan 1 Korintus 2:1-5; Lukas 4:16-30. |
Sering kali kita menunggu Tuhan hadir dalam sesuatu yang besar. Kita menunggu mukjizat.
Menunggu jalan yang tiba-tiba terbuka. Menunggu doa kita dijawab persis seperti yang kita inginkan. Kita berharap Tuhan datang dengan cara yang luar biasa, dengan tanda yang jelas,
dengan sesuatu yang membuat kita berkata,“Ya, sungguh… Tuhan sedang bekerja.”
Tetapi Injil hari ini mengajak kita melihat sesuatu yang berbeda. Di Nazaret, Yesus berdiri di tengah orang-orang yang sudah sangat mengenal-Nya. Ia membuka gulungan kitab dan membaca Firman Allah. Kemudian Ia berkata, “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya” (Luk. 4:21).
Begitu sederhana. Tidak ada gemuruh. Tidak ada langit yang terbuka. Tidak ada mukjizat yang menggetarkan mata mereka. Hanya seorang Yesus yang berdiri di tengah mereka, membacakan Firman. Namun, justru karena terlalu biasa, mereka tidak mampu melihat siapa yang sedang berdiri di hadapan mereka.
Mungkin kita pun sering seperti itu. Tuhan datang… tetapi kita tidak menyadarinya. Ia hadir dalam Ekaristi yang kita rayakan. Ia berbicara melalui Sabda yang kita dengarkan. Ia hadir melalui keluarga yang masih setia menemani. Melalui seorang sahabat yang datang ketika kita sedang jatuh. Melalui seorang dokter yang menolong ketika kita sakit. Melalui tangan-tangan sederhana yang bekerja untuk menyelamatkan hidup kita.
Tetapi, terkadang kita berkata, “Di mana Tuhan?”
Padahal mungkin Tuhan sedang bekerja di depan mata kita. Kita hanya terlalu sibuk menunggu sesuatu yang spektakuler.
Paulus pun mengalami hal yang sama. Ia datang ke Korintus bukan dengan kesombongan, bukan dengan kata-kata yang mengagumkan. Ia datang dalam kelemahan, ketakutan, dan kegentaran. Tetapi, justru di dalam kelemahan itulah kuasa Allah dinyatakan. Bukankah sering kali Tuhan juga bekerja demikian dalam hidup kita?
Ada seorang ibu yang menderita tumor otak. Ia dan keluarganya berdoa dengan sungguh-sungguh memohon kesembuhan. Berbulan-bulan mereka berharap. Namun, keadaan tidak kunjung membaik. Sampai akhirnya datang seorang dokter. Dilakukan pemeriksaan dan diputuskan untuk menjalani operasi. Operasi dilakukan. Dan perlahan, ibu itu kembali sehat.
Tidak ada suara dari langit. Tidak ada cahaya yang menyilaukan. Tidak ada mukjizat yang terlihat oleh banyak orang. Hanya seorang dokter. Sebuah operasi. Tangan-tangan manusia yang bekerja. Tetapi, siapa yang dapat mengatakan bahwa Tuhan tidak hadir di sana? Bukankah mungkin, justru melalui tangan dokter itulah Tuhan menjawab doa?
Mungkin hari ini kita sedang berdoa untuk sesuatu. Mungkin untuk kesehatan. Untuk keluarga. Untuk anak-anak. Untuk pekerjaan. Untuk masa depan. Atau mungkin untuk sebuah luka yang selama ini kita simpan sendirian. Jangan berhenti berharap. Tetapi, jangan pula memaksa Tuhan harus menjawab dengan cara yang kita inginkan. Sebab Tuhan tidak selalu datang dengan cara yang kita bayangkan.
Kadang Ia datang sebagai kekuatan untuk bertahan satu hari lagi. Kadang sebagai seseorang yang tiba-tiba hadir dan menguatkan kita. Kadang sebagai jalan kecil yang perlahan terbuka. Dan kadang… Ia hadir dalam keheningan, ketika kita merasa seolah-olah ditinggalkan. Tuhan tetap bekerja, meskipun kita tidak melihatnya.
Maka yang perlu kita minta bukan hanya,“Tuhan, ubahlah keadaan hidupku.” Tetapi juga, “Tuhan, ubahlah hatiku, supaya aku mampu melihat-Mu di tengah keadaan hidupku.”
Sebab, mungkin masalah terbesar kita bukan karena Tuhan tidak hadir. Mungkin hati kitalah yang terlalu penuh untuk menyadari kehadiran-Nya.
Hari ini, marilah kita membuka hati.
Ketika lelah, tetaplah percaya.
Ketika kecewa, tetaplah berharap.
Ketika doa belum terjawab, jangan berhenti mengetuk.
Dan ketika pertolongan datang dalam bentuk yang sederhana, jangan sampai kita melewatkannya.
Karena Tuhan sering datang tanpa suara.
Ia hadir dalam kesederhanaan.
Ia bekerja dalam keheningan.
Ia menyelamatkan dengan cara yang kadang tidak kita mengerti.
Dan mungkin, tanpa kita sadari…
Tuhan sedang bekerja dalam hidup kita, bahkan saat kita merasa Ia diam.
Mari kita berdoa:
Tuhan Yesus,
bukalah mata hatiku agar aku mampu melihat-Mu.
Bukalah telingaku agar aku mampu mendengar suara-Mu.
Bukalah hatiku agar aku tidak menolak-Mu hanya karena Engkau datang dalam kesederhanaan.
Ketika aku lelah, jadilah kekuatanku.
Ketika aku takut, jadilah keberanianku.
Ketika aku kecewa, jadilah pengharapanku.
Dan ketika aku hampir menyerah,
bisikkanlah dalam hatiku:
“Aku ada di sini.
Aku tidak pernah meninggalkanmu.”
Tuhan Yesus,
ajari aku untuk percaya,
bahwa pertolongan-Mu tidak selalu datang dengan gemuruh,
tetapi sering kali hadir dalam diam, perlahan, sederhana,
namun nyata.
Sebab Engkau tidak pernah jauh.
Engkau hanya menunggu hatiku terbuka untuk menyadari bahwa sejak awal,
Engkau sudah ada di sana.
Amin.

6 Responses
Really liking the variety of games available here. It is not boring at all and the promotions are actually fair. Five stars for phx777ee.
Really enjoying the current promotions. The gameplay is fluid and the wins feel rewarding. Jump into pkq98 and see for yourself.
Quick access and no fuss. I love that I can jump straight into my favorite games without any annoying glitches. Very reliable platform. 291jililogin
Finally found a login link that actually works without any redirects. Great service and the support team is very responsive. Give nibung88login a try.
Super easy to navigate and the games are top notch. I spend most of my free time here now because it is just so addictive. Try ph123jili
Finally found a place where the bonuses actually work! Had a great run last night and the withdrawal was quick. jilidaycasino is the way to go.