Semangat 3M Menjadi Murid Yesus ( 30 Agustus 2026 )

Renungan hari ini dari bacaan Yeremia 20:7–9; Matius 16:21–27. Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. ( Matius 16:24 )

Bacaan hari ini mengajak kita untuk memiliki semangat 3M, yaitu Menyangkal Diri, Memikul Salib, dan Mengikuti Yesus. Tiga hal ini merupakan jalan yang ditunjukkan Yesus kepada setiap orang yang ingin menjadi murid-Nya.

Yesus berkata, “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” Perkataan ini sederhana, tetapi tidak selalu mudah untuk dilakukan. Menjadi pengikut Yesus bukan hanya berarti datang berdoa atau mengikuti kegiatan keagamaan. Mengikuti Yesus berarti berani mengubah cara hidup dan menempatkan kehendak Tuhan di atas keinginan diri sendiri.

M yang pertama adalah Menyangkal Diri.

Menyangkal diri bukan berarti membenci atau merendahkan diri sendiri. Menyangkal diri berarti berani mengendalikan ego dan tidak selalu mengikuti keinginan pribadi. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin ingin menang sendiri, ingin dipuji, sulit meminta maaf, atau sulit mengalah. Menyangkal diri berarti belajar berkata, “Bukan hanya apa yang saya mau, tetapi apa yang Tuhan kehendaki.”

Kita belajar mengutamakan kasih, kerendahan hati, kejujuran, dan kebaikan, meskipun terkadang hal tersebut tidak sesuai dengan keinginan kita.

M yang kedua adalah Memikul Salib.

Setiap orang mempunyai salibnya masing-masing. Ada yang berupa masalah keluarga, pekerjaan, ekonomi, hubungan dengan orang lain, kegagalan, kekecewaan, atau tanggung jawab yang terasa berat. Yesus tidak mengatakan bahwa orang yang mengikuti-Nya akan terbebas dari masalah. Sebaliknya, Ia mengajak kita untuk berani menghadapi salib dengan iman dan pengharapan.

Dalam bacaan pertama, Yeremia juga mengalami hal yang sama. Ia merasa lelah dan ingin menyerah karena tugasnya sebagai nabi membawa penderitaan. Namun, firman Tuhan tetap menyala dalam hatinya seperti api. Karena itu, ia tidak dapat menahannya dan akhirnya tetap bertahan dalam panggilannya.

Memikul salib berarti tidak mudah menyerah ketika kehidupan terasa berat. Kita boleh lelah, boleh menangis, bahkan boleh mengeluh kepada Tuhan. Namun, jangan sampai kita kehilangan iman dan harapan.

M yang ketiga adalah Mengikuti Yesus.

Mengikuti Yesus berarti menjadikan Yesus sebagai teladan dan arah hidup kita. Kita belajar mengasihi ketika dibenci, mengampuni ketika disakiti, menolong ketika orang lain membutuhkan, dan tetap berbuat benar meskipun tidak ada seorang pun yang melihat.

Mengikuti Yesus bukan hanya melalui kata-kata, tetapi melalui tindakan nyata dalam kehidupan setiap hari.

Karena itu, semangat 3M hendaknya menjadi pegangan hidup kita: Menyangkal Diri, Memikul Salib, dan Mengikuti Yesus. Ketiganya saling berhubungan. Kita tidak dapat sungguh-sungguh mengikuti Yesus jika kita tidak mau menyangkal diri dan memikul salib.

Mari kita bertanya kepada diri sendiri: Apakah saya sudah mampu menyangkal diri? Apakah saya tetap kuat ketika menghadapi salib kehidupan? Dan apakah saya sungguh-sungguh mengikuti Yesus melalui tindakan saya sehari-hari?

Semoga semangat 3M tidak hanya menjadi kata-kata yang kita ingat, tetapi sungguh-sungguh menjadi cara hidup kita. Ketika kita mampu menyangkal diri, berani memikul salib, dan setia mengikuti Yesus, hidup kita akan semakin mencerminkan kasih dan kehendak-Nya.

Tuhan Yesus, ajarlah kami untuk memiliki semangat 3M: menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti-Mu dengan setia. Ketika kami lemah, kuatkanlah kami. Ketika kami ingin menyerah, teguhkanlah hati kami. Semoga hidup kami semakin menyerupai-Mu. Amin.

Tuhan Yesus Memberkati.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *