| Renungan hari ini dari bacaan Yeremia 1:17-19; Markus 6:17-29. “Sebab, Yohanes berkali-kali menegur Herodes: “Tidak diperbolehkan bagimu mengambil istri saudaramu!” Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan ingin membunuh dia, tetapi tidak dapat” (Mrk. 6:18-19). |
Banyak dari kita telah menerima kasih karunia Allah untuk hidup dan menjaga kekudusan, termasuk dalam hal kemurnian seksual. Banyak pula yang telah menyampaikan kepada rekan-rekan seiman mengenai pentingnya meraih kemenangan atas godaan seksual. Dalam percakapan dengan sesama orang Kristen, kita mungkin sering mengecam kemerosotan moralitas seksual. Namun, apakah kita juga memberitakan kebenaran dan kebebasan yang terkandung dalam kemurnian seksual kepada orang-orang yang bersikap seperti Herodias dan Herodes di zaman kita? Hal ini tidak berarti kita membicarakan keburukan mereka di belakang, melainkan kita menghampiri mereka dengan penuh kasih dan kerahasiaan untuk menyampaikan panggilan Allah agar mereka bertobat dan hidup dalam kemurnian. Hal ini ditegaskan dalam bacaan Injil Markus hari ini: “Sebab, Yohanes berkali-kali menegur Herodes: “Tidak diperbolehkan bagimu mengambil istri saudaramu!” Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan ingin membunuh dia, tetapi tidak dapat” (Mrk. 6:18-19).
Tidaklah cukup hanya menjaga kemurnian seksual bagi diri sendiri. Kita harus memberitakan kebenaran, kebebasan, dan kasih yang ada dalam kemurnian seksual kepada orang-orang di tengah masyarakat kita yang penuh dengan pergaulan bebas, kebingungan, kecanduan seksual, penipuan diri, serta kebencian terhadap diri sendiri. Sebagian orang akan mendengarkan pesan kita dan dibebaskan untuk mengalami kasih yang sejati. Sebagian lainnya akan murka ketika kita menunjukkan kasih dengan menyampaikan kebenaran tentang dosa kepada mereka. Mereka akan berusaha menganiaya kita dengan penuh kebencian (lih. Mat. 5:11). Kita bahkan mungkin akan dibunuh, sebagaimana dialami oleh Santo Yohanes Pembaptis. Hal ini akan berbuah pada pertobatan banyak orang serta kebangkitan kita menuju kehidupan kekal dan sukacita di surga.
Oleh karena itu, hiduplah dalam kemurnian dan keberanian. Sampaikanlah “kebenaran di dalam kasih” (Ef. 4:15). Bicarakanlah tentang kemurnian, pertobatan, dan kasih yang menghidupkan. Wartakanlah tentang Yesus selama kita hidup.
