Bertumbuh Menuju Kedewasaan Penuh dan Berbuah Manis ( 24 Oktober 2026 )

Renungan hari ini dari bacaan Efesus 4: 7-17; Lukas 14: 1-9.
“Untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus“ (Ef. 4:12)

Seseorang yang baru mengenal Kristus secara pribadi akan mulai bertumbuh layaknya seorang bayi yang baru lahir, melalui tahap demi tahap pertumbuhan rohani. Kasih karunia keselamatan ini mutlak merupakan anugerah Allah yang dianugerahkan secara unik kepada setiap orang yang percaya. Seandainya kita mendengarkan kesaksian hidup masing-masing pribadi tentang bagaimana mereka berjumpa dan mengenal Tuhan Yesus, pasti setiap kisah terasa sangat istimewa dan menarik (bdk. Ef. 4:7). Di sanalah terpancar kebesaran dan kasih sayang Tuhan bagi kita masing-masing.

Dalam perjalanan iman tersebut, Tuhan senantiasa memperlengkapi orang percaya, terutama mereka yang baru melangkah. Wajar jika dalam proses bertumbuh dan memahami kebenaran firman, kita kerap berhadapan dengan berbagai tantangan hidup. Nilai-nilai baru, seperti keyakinan keselamatan, integritas, dan kejujuran, sering kali bergesekan dan tarik-menarik dengan kebiasaan hidup lama yang berusaha menggoyahkan iman kita. Namun, terpujilah Tuhan! Ketika badai kehidupan menerpa, Ia sendiri yang membekali kita dengan kekuatan, penghiburan, keberanian untuk bertindak benar, serta pertolongan nyata dari langkah ke langkah. Pemeliharaan-Nya menuntun kita mencapai kedewasaan penuh, berkemenangan, dan tidak lagi diombang-ambingkan oleh rupa-rupa pengajaran palsu yang menyesatkan.

Lantas, siapakah yang dipanggil untuk meneruskan kebenaran Injil Kristus kepada sesama? Terpujilah Tuhan, karena selain menganugerahkan keselamatan, Ia juga memanggil para pemberita Injil demi kelangsungan karya-Nya. Bukan hanya para nabi dan rasul di masa lalu, melainkan juga orang-orang biasa seperti kita yang berkenan dipakai Tuhan untuk menolong sesama datang kepada Kristus.

Allah mengundang kita terlibat dalam Amanat Agung-Nya. Pribadi yang telah mengecap anugerah keselamatan tidak lagi dapat hidup sekehendak hati atau memilih gaya hidup santai “ala kadarnya” tanpa tujuan rohani. Kristus menghendaki cara hidup baru yang taat pada pimpinan-Nya: diperlengkapi bagi pekerjaan pelayanan dan pembangunan tubuh Kristus, hingga mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.

Panggilan kedewasaan ini tentu menuntut buah nyata. Dalam Lukas 13:7, Tuhan Yesus menyampaikan perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah: “Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!” Betapa pentingnya sebuah kehidupan yang menghasilkan buah. Agar menghasilkan buah yang lebat, hidup orang percaya membutuhkan pupuk rohani murni dari Tuhan: membaca firman-Nya setiap hari, merenungkannya, dan melakukannya dengan setia.

Buah kehidupan yang manis dapat dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar kita: menjadi teladan yang membawa pengaruh baik di komunitas, bijak dalam mengambil keputusan, serta teguh menjaga kejujuran sekalipun terlihat merugikan. Dari sanalah sesama dapat mengecap manisnya kasih dan kebenaran firman Tuhan melalui hidup kita.

Semoga hidup kita terus bertumbuh, berakar kuat, dan senantiasa menghasilkan buah-buah manis yang memuliakan nama-Nya. Amin.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *