Garam Dunia Bukan Pajangan ( 8 Februari 2026 )

Renungan hari ini dari bacaan Yesaya 58: 7-10; Matius 5: 13-16;Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak-injak orang.”(Matius 5:13)

Rani sengaja tidak sarapan pagi itu karena sedang “berpuasa”. Ia merasa cukup rohani: menahan lapar, menahan diri, menahan banyak hal. Di lampu merah, dia melihat seorang ibu memeluk anak kecil, wajahnya lelah, dengan suara pelan meminta makan. Rani menunduk, pura-pura sibuk menatap ponsel. Ketika lampu hijau menyala, ia melaju. Namun, ada yang mengganjal selama perjalanan: puasanya berjalan, tetapi hatinya tawar. Pada siang hari, ia kembali ke tempat itu, membeli dua porsi makanan, dan tanpa banyak komentar menyerahkannya. Dengan senyuman sederhana yang diberikan ibu itu, Rani merasa ada “rasa” yang kembali ke dalam dirinya. Ia mulai menyadari bahwa garam tidak untuk dipajang, tetapi untuk larut dan bekerja.

Yesus berkata, Kamu adalah garam dunia” (Mat 5:13). Garam itu kecil dan tidak mencolok; ia tidak menuntut dilihat. Saat dilarutkan, ia seperti “hilang,” justru di situlah ia bekerja: memberi rasa dan menjaga agar yang baik tidak cepat rusak.Begitu juga iman. Murid Kristus bukan dipanggil menjadi pajangan Rohani.

Meskipun mereka tampak baik dari luar, mereka tidak mengubah apa pun yang mereka miliki, di dalam dan di sekitar mereka. Garam yang tawar adalah iman yang kehilangan daya ubah: banyak simbol, sedikit pengaruh; banyak kata, sedikit tindakan.

Garam yang benar hadir dalam keseharian: memilih sabar ketika mudah marah, jujur ketika ada peluang curang, dan berbelas kasih ketika logika hanya menghitung untung-rugi. Ia terasa di rumah, di kantor, di jalan, bahkan di grup chat, ketika kita menahan diri dari menyakiti dan memilih kata yang menguatkan. Di masa kini, garam sering menjadi tawar saat iman berhenti di layar: cepat mengetik “amin,” cepat membagikan kutipan rohani, tetapi lambat mengangkat beban orang di sekitar. Jika iman hanya berhenti di tampilan, dunia tetap hambar dan luka manusia dibiarkan terbuka.

Padahal yang terluka sering tidak butuh kalimat panjang, melainkan satu tindakan kecil yang membuat mereka tidak merasa sendirian: mendengar sungguh, hadir sebentar, menolong diam-diam, berlaku adil, dan berbagi dari yang kita punya. Santo Yohanes Paulus II pernah berkata, “Selain belas kasih Allah, tak ada lagi sumber harapan lain bagi manusia.” Belas kasih bukan tambahan dari iman, melainkan jantungnya. Ketika belas kasih itu mengalir melalui tindakan kita, harapan Allah menjadi nyata bagi dunia.

Yesaya 58 menegaskan apa arti “garam yang berfungsi.” Tuhan tidak puas dengan ibadah yang hanya menahan lapar, tetapi menutup mata terhadap sesama. Puasa sejati, kata Tuhan, adalah “membagi-bagikan makananmu kepada orang yang lapar… menerima… orang miskin” (Yes 58:7). Dan puncaknya: “apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri… maka terangmu akan terbit dalam gelap” (Yes 58:10). Garam dan terang bukan slogan, melainkan tindakan konkret. Mulailah dari: sisihkan satu porsi makan atau sebagian uang jajan untuk yang membutuhkan di sekitar kita. Berhenti ikut menyebar gosip, dan pilih menguatkan mereka yang sedang ditekan: di rumah, di kantor, maupun di media sosial.

Bahan refleksi: Sudahkah aku dipanggil untuk “larut”? Dengan menyisihkan makanan, waktu, atau perhatian, atau mengunjungi yang kesepian, dengan berhenti memfitnah dan menunjuk-nunjuk, dengan memaafkan, menolong diam-diam tanpa menunggu pujian. Garam dunia bukan pajangan, ia bekerja lewat kasih nyata, supaya dunia yang hambar kembali punya harapan, dan Bapa dimuliakan.

Penulis

31 Responses

  1. Sangat baik renungan ini, sebagai murid Yesus maka kita diminta berbuat kasih yang nyata kepada sesama bukan hanya dalam “seremonia” saja tapi nyata dikerjakan dari hal yang sederhana seperti dicontohkan dalam renungan di atas, sangat memberkati. Amin . BERKAH DALEM

      1. Puji Tuhan,Luar Biasa,Mbak. Sangat Memberkati dan Menguatkan kita semua yang baca. Tetap semangat dan setia melayani Tuhan,Mbak. Berkah Dalem! 🙏😇

  2. Menjadi garam dan terang yang konkret dalam renungan ini mengingatkan saya untuk refleksi kembali. Ternyata masih banyak yang belum saya lakukan utk menjadi garam & terang. Melalui renungan ini diingatkan kembali untuk menjadi garam & terang mulai dari hal kecil. Dengan kebaikan Tuhan semoga kita semua bisa menjadi garam & terang dalam setiap langkah hidup kita. Terima kasih renungannya. Semoga senantiasa selalu memberkati banyak orang melalui renungan renungannya, Amin. Berkah Dalem.

  3. Terima kasih untuk renungannya bu Enny saya diingatkan kembali untuk melakukan kasih dgn aksi nyata kepada sesama yang membutuhkan. Mulaindari hal sederhana. Menjadi garam dan terang dunia harus dihidupi bukan sekedar slogan.
    Semoga bu Enny sehat selalu. Tuhan memberkati.

  4. Terimakasih untuk Renungannya Ibu Enny .
    Belajar untuk menjadi garam dan terang dunia bagi keluarga dan sesama disekitar kita
    Tuhan memberkati .

  5. Terimakasih Bu Enny untuk renungannya.
    Semoga imanku bukan hanya sebagai pajangan rohani melainkan dipanggil untuk menjadi garam yang memberi rasa, terang yang memberi arah melalui tindakan kasih nyata bagi orang-orang yang membutuhkan. Amin.

    Tuhan Yesus memberkati 🙏
    Berkah Dalem

  6. Salve, terimakasih team Loving the truth,khususnya Ibu Rosalia Enny renungan yang begitu meneguhkan iman dan relevansinya begitu kuat nyata dlm keseharian umat beriman, semoga dgn membaca serta melakukan isi renungan ini ,saya semakin berani menjadi garam yg larut memberi rasa d tindakan kasih yg nyata meski tidak ada pujian atau apresiasi sama sekali.Amin

  7. Hello there, just became aware of your blog through Google, and found that it is truly informative. I’m going to watch out for brussels. I’ll be grateful if you continue this in future. A lot of people will be benefited from your writing. Cheers!

  8. Have you ever thought about adding a little bit more than just your articles? I mean, what you say is fundamental and all. But think of if you added some great pictures or videos to give your posts more, “pop”! Your content is excellent but with images and video clips, this blog could undeniably be one of the best in its field. Very good blog!

  9. My spouse and i got very comfortable Louis could carry out his research from your ideas he acquired when using the web site. It’s not at all simplistic just to be freely giving procedures that others have been making money from. We really already know we’ve got you to give thanks to because of that. These explanations you made, the simple site menu, the relationships you aid to create – it’s all unbelievable, and it is assisting our son and us consider that that issue is excellent, and that’s pretty vital. Thanks for everything!

  10. Hello! Quick question that’s totally off topic. Do you know how to make your site mobile friendly? My blog looks weird when viewing from my iphone 4. I’m trying to find a template or plugin that might be able to fix this problem. If you have any suggestions, please share. Appreciate it!

  11. Hey there, I think your blog might be having browser compatibility issues. When I look at your blog site in Ie, it looks fine but when opening in Internet Explorer, it has some overlapping. I just wanted to give you a quick heads up! Other then that, fantastic blog!

  12. Hi would you mind sharing which blog platform you’re working with? I’m going to start my own blog in the near future but I’m having a hard time making a decision between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal. The reason I ask is because your design seems different then most blogs and I’m looking for something completely unique. P.S Apologies for being off-topic but I had to ask!

  13. Hey, I think your blog might be having browser compatibility issues. When I look at your website in Firefox, it looks fine but when opening in Internet Explorer, it has some overlapping. I just wanted to give you a quick heads up! Other then that, fantastic blog!

  14. I got what you mean , thanks for putting up.Woh I am thankful to find this website through google. “If one does not know to which port one is sailing, no wind is favorable.” by Seneca.

  15. Hmm is anyone else encountering problems with the images on this blog loading? I’m trying to determine if its a problem on my end or if it’s the blog. Any responses would be greatly appreciated.

  16. Superb post however I was wanting to know if you could write a litte more on this topic? I’d be very grateful if you could elaborate a little bit more. Appreciate it!

  17. I was just looking for this information for some time. After 6 hours of continuous Googleing, finally I got it in your site. I wonder what is the lack of Google strategy that do not rank this kind of informative websites in top of the list. Normally the top sites are full of garbage.

  18. I’m no longer positive the place you’re getting your information, however great topic. I needs to spend a while studying much more or working out more. Thanks for great info I was on the lookout for this info for my mission.

  19. I was curious if you ever thought of changing the structure of your website? Its very well written; I love what youve got to say. But maybe you could a little more in the way of content so people could connect with it better. Youve got an awful lot of text for only having one or 2 images. Maybe you could space it out better?

  20. Hi there, just became alert to your blog through Google, and found that it is really informative. I am going to watch out for brussels. I’ll be grateful if you continue this in future. Many people will be benefited from your writing. Cheers!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *