Hati yang Dibenarkan Allah ( 26 Oktober 2025 )

Renungan hari ini dari bacaan : Sirakh 35: 12-14.16-18; Lukas 18:9-14. “Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yag dibenarkan Allah, sedangkan orang lain itu tidak. Sebab, siapa saja yang meninggikan diri, ia akan direndahkan dan siapa yang merendahkan diri, ia akan ditinggikan” (Luk. 18 :14).

Dalam bacaan Injil hari ini, terlihat sangat kontras antara orang Farisi dan pemungut cukai. Tuhan mau mengajak kita untuk melihat bagaimana seseorang yang dibenarkan Allah dari cara mereka berdoa. Orang Farisi menganggap dirinya begitu bernilai di hadapan Tuhan. “Orang Farisi itu berdiri dan berdoa tentang dirinya begini : Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, aku bukan  perampok, bukan orang lalim, bukan pezina, dan bukan juga seperti pemungut cukai ini. Aku berpuasa dua kali seminggu. Aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku”(ay. 11-12). Ada tujuh ungkapan orang Farisi yang membanggakan dirinya. Orang Farisi juga berani memberikan penilaian kepada orang lain. mereka merasa pantas melakukan penilaian seperti itu di hadapan Tuhan.

Pemungut cukai pada masa itu adalah orang yang tidak disukai dan dipandang sebagai orang yang berperilaku buruk dan jahat. Namun, justru merekalah yang memiliki kerendahan hati dan takut akan Tuhan. “Namun, pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul-mukul dadanya dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini (ay. 13).

Dengan siapa kita harus mengidentikan diri? Dalam hal ini kita tidak diajak untuk membandingkan seorang yang berbuat baik dengan orang yang berbuat jahat, tetapi bagaimana masing-masing dengan kebaikan dan keburukannya bersikap di hadapan Allah dan terhadap sesama. Belajar dari kedua contoh ini, mari kita mengoreksi diri: Apakah motivasi kita sudah benar atau belum ketika kita datang menghadap Tuhan?

Tuhan hakim yang tidak memihak (Sir. 35:12). Ia mengenal hati kita. Ia pun akan menguji motivasi kita ketika datang berdoa, beribadah dan menghadap Dia secara pribadi.

Allah membenarkan pemungut cukai yang berdoa dengan rendah hati dan bertobat dengan sungguh-sungguh sebagai orang berdosa. “Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah, sedangkan orang lain itu tidak. Sebab, siapa saja yang meninggikan diri, ia akan direndahkan dan siapa yang merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”  (ay.14).Sering kali kita, seperti orang Farisi, mementingkan hal-hal lahiriah, membanggakan prestasi-prestasi tertentu, padahal Allah memiliki cara pandang yang berbeda, Ia melihat hati yang menyadari ketidaklayakannya di hadapan Tuhan, karena menyadari dirinya sebagai orang berdosa, lalu menyesal dan percaya kepada belas kasihan Allah.

Penulis

satu Respon

  1. JL2 Casino Philippines: Best JL2 Slot Games, Easy Login, Register & App Download Join JL2 Casino Philippines for the best jl2 slot games. Experience fast jl2 login, easy jl2 register, and a secure jl2 download. Play at jl2 casino and win today! visit: jl2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *